Angkatan Muda Muhammadiyah: Selamatkan NKRI, Adili Ahok Segera!

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.(foto: istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.(foto: istimewa)

JAKARTA – Gabungan organisasi pemuda yang ┬átergabung dalam AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) yakni Ikatan Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Ikatan pelajar Muhammadiyah menilai bahwa unjuk rasa besar-besaran yang direncanakan pada Jumat (4/11/2016) pekan ini merupakan puncak dari kemarahan umat Islam atas lambannya penanganan kasus Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok oleh Polri. Kasus yang dimaksud adalah penistaan kitab suci Al-Quran pada saat Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta berpidato di hadapan puluhan warga Kepulauan Seribu pada Selasa (27/9/2016) lalu.

Dalam pernyataan persnya, pimpinan ketiga organisasi kepemudaan di lingkung ormas Muhammadiyah tersebut menambahkan bahwa melihat bukti yang ada, semestinya Ahok sudah sangat layak dijadikan tersangka. Namun mereka sangat menyayangkan akan sikap Bareskrim Polri yang belum juga memberikan kepastian.

“Bahkan sampai hari ini, Ahok belum juga dipanggil sebagai terlapor. Penjelasan Polri ke publik juga terlihat tidak sempurna dan gagap. Kami menangkap seolah ada kekuatan lain yang mengintervensi kasus ini,” demikian surat pernyataan bersama yang diterima redaksi cakrawarta.com, Senin (31/10/2016) hari ini.

Dalam surat pernyataan resmi tersebut, ketiga pimpinan organisasi kepemudaan itu mendesak Kapolri Tito Karnavian agar segera memberikan jawaban kepada publik dengan segera memanggil Ahok dan memperjelas status hukumnya sebelum tanggal 4 November 2016. Tito sebagai Kapolri juga diminta untuk memberikan penjelasan yang utuh ke masyarakat.

“Jangan biarkan kasus ini menjadi bola liar yang berpotensi menjalar ke mana-mana. Semestinya Kapolri dan termasuk Presiden Jokowi lebih arif atas apa yang menjadi keresahan masyarakat. Jangan justru terkesan melakukan pembiaraan,” seperti tertulis dalam pernyataan yang ada.

Angkatan Muda Muhammadiyah sendiri menyatakan akan memberikan keleluasaan pada anggotanya untuk ikut bergabung pada aksi 4 November termasuk upaya mobilisasi.

“Posisi kami dari awal sudah jelas, menuntut kasus ini segra diselesaikan secara hukum. Tapi karena Polri tidak juga memproses laporan kami sebagaimana mestinya, maka aksi-aksi demonstrasi adalah pilihan tepat untuk menyampaikan kepada Kapolri dan Presiden Jokowi bahwa kami tidak akan pernah surut dalam penuntasan kasus penistaan agama Islam oleh saudara Ahok ini,” tegas surat pernyataan itu.

Angkatan Muda Muhammadiyah meminta Kapolri dan Presiden tidak abai atas apa yang berkembang di masyarakat jika memang mereka berdua sayang pada negara dan bangsa Indonesia. Keharmonisan dan keberagaman bangsa ini terlalu mahal dipertaruhkan karena seorang Ahok menurut mereka sehingga ketegasan atas kasus Ahok harusnya klir sebelum 4 November.

“Selamatkan NKRI, Adili Ahok segera!” demikian penutup pernyataan resmi Angkatan Muda Muhammadiyah mendesak penuntasan kasus penistaan Al-Quran yang dilakukan Gubernur non-aktif DKI Jakarta yang kerap disapa Ahok.

(bm/bti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *