Wajah Bangsa dan Para Pemimpin Kita

photo-1

Manusia Indonesia masa kini telah kehilangan banyak nilai-nilai luhur yang dahulu menjadi acuan hidup nenek moyang Kita. Nilai-nilai luhur seperti integritas, kejujuran dan konsistensi antara perkataan dan perbuatan. Para pemimpin bangsa dan para pejabat negara Kita saat ini banyak yang terjebak dalam kemunafikan. Pada saat tampil berbicara di depan rakyat atau kepada media massa, mereka bisa menyampaikan semua hal-hal luhur yang sarat dengan nilai-nilai moral dan idealisme. Tetapi yang menyedihkan, semua pernyataan dan pidato mereka adalah ‘topeng kehidupan’. Realitasnya, tingkah laku dan kehidupan mereka yang sesungguhnya bertolak belakang dengan apapun yang mereka pidatokan.

Para pemimpin Kita ini menjadi aktor-aktor yang munafik dan oportunistik. Seakan-akan dan bisa saja terjadi, mereka memiliki kepribadian ganda. Pada saat tampil di depan publik, yang muncul kepribadian yang idealis dan nasionalis. Tapi sebaliknya, saat menghadapi kehidupan nyata dengan berbagai godaan duniawinya, maka kepribadian aslinya sosok hipokrit, munafik dan oportunis yang akan muncul.

Ironisnya, sekarang perilaku ini menjadi ‘wabah penyakit menular’ di kalangan masyarakat Indonesia. Karena para pemimpin itu ditiru dan diikuti oleh masyarakat dan lingkungannya. Apa saja yang dilakukan oleh atasan, tentu akan diikuti oleh bawahannya. Itulah sebabnya sangat berat jika menjadi pemimpin nomor satu di Indonesia. Presiden sebagai pemimpin tertinggi di negara Kita, harus selalu bisa menjadi contoh yang baik, menjadi teladan bagi seluruh bawahannya dan seluruh rakyat Indonesia.

Pada masa penghujung zaman edan di negeri Kita ini, banyak hal yang jadi terbolak-balik. Orang yang salah menjadi benar, orang yang benar menjadi salah. Orang yang jahat dianggap baik, sebaliknya orang yang baik malah dianggap jahat. Orang yang seharusnya jadi pahlawan malah dianggap pecundang, sebaliknya malah para pecundang yang dielu-elukan sebagai pahlawan.

Demi bisa mendapatkan jabatan, kekuasaan dan kekayaan, manusia Indonesia masa kini mau melakukan dan menghalalkan segala cara. Untuk mendapatkan semuanya, mereka rela melakukan apapun. Berbohong dan melakukan pencitraan semu sudah menjadi kebiasaan dan gaya hidup manusia Indonesia masa kini, khususnya para pemimpin Kita. Hidupnya penuh dengan kepalsuan, demi kenikmatan dunia, puja dan puji. Inilah karakter dasar yang menjadi ciri khas manusia yang hipokrit, munafik dan oportunis. Lain perkataan dengan perbuatan. Tidak satu kata dengan perbuatannya. Para pemimpin Kita sekarang sangat mudah berjanji, tapi sangat sulit untuk menepati janji. Padahal apalah artinya jabatan, kekuasaan dan kekayaan. Semua itu hanya kenikmatan sesaat dan akan menjadi mimpi buruk bagi anak dan keturunannya kelak.

JOHAN O SILALAHI

Pendiri Perhimpunan Negarawan Indonesia

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *