MPJ: Jika Bareskrim Polri Tidak Segera Periksa Ahok, Ribuan Massa Akan Duduki Gedung DPR/MPR

Ribuan umat Islam berkumpul di depan Mabes Polri menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok segera diperiksa dan ditangkap atas kasus dugaan penistaan agama, Jumat (14/10/2016).
Ribuan umat Islam berkumpul di depan Mabes Polri menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok segera diperiksa dan ditangkap atas kasus dugaan penistaan agama, Jumat (14/10/2016).

JAKARTA – Siang ini ribuan umat Islam melakukan aksi damai terkait pernyataan politik bernada penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Acara hari ini merupakan gabungan massa dari berbagai elemen masyarakat khususnya dari kalangan umat Islam.

Ketua MPJ (Masyarakat Peduli Jakarta) Muhammad E. Irmansyah menyatakan bahwa pihaknya bersama Gerakan Masyarakat Jakarta pimpinan KH Fachrurozy dengan rute Masjid Istiqlal menuju Bareskrim Mabes Polri dan Balaikota Jakarta.

“Massa MPJ sendiri terdiri dari massa PERISAI (Pertahanan Ideologi Syarikat Islam) sebanyak 300 orang, Kalideres sebanyak 98, Tanjung Barat sejumlah 20 orang, kawasan Sunter sebanyak 500, massa sebanyak 50 orang dari Kalibata dengan titik kumpul di Masjid Istiqlal,” papar Muhammad E Irmansyah yang akrab disapa Buya ini kepada cakrawarta.com, Jumat (14/10/2016) pagi.

Menurut Buya, dalam aksi yang dihadiri ribuan massa tersebut terdapat 10 perwakilan ulama, habaib dan asatidz yang ditemui oleh Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. Perwakilan menyampaikan suara ribuan massa yang mendesak Polri segera memeriksa Ahok atas dugaan penistaan agama yang dilakukannya saat mengunjungi masyarakat Kepulauan Seribu pada Selasa (27/9/2016) lalu.

“Tadi dalam pertemuan Kabareskrim menyatakan kepada kami perwakilan ulama dan habaib bahwa Ahok pasti segera diperiksa,” imbuhnya.

Bahkan pihak MPJ dan ratusan ormas lainnya memberikan pernyataan apabila Kabsreskrim tidak menepati janjinya, ribuan massa akan menduduki gedung DPR/MPR. “Jika tidak tepat janji, kami akan lakukan ats-tsaratul kubro atau revolusi akbar dan menduduki gedung DPR/MPR,” tegasnya.

(bm/bti)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *